Peran FOSIL 69 Dalam mewujudkan Visi dan Misi

16.51.00
Forum Silaturahim Alumni SMPN 69 (FOSIL 69), sangat penting untuk dimiliki. Tidak hanya untuk eksistensi, tapi juga untuk sarana silaturahmi antar keluarga besar “jebolan” suatu sekolah terkhusus sekolah di SMPN 69.

Di era kini, peran Fosil69 tidak hanya penting dalam mewujudkan visi & misi tapi lebih dari itu, Fosil69 dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi sekolah di mata masyarakat, di samping “membuka jalan” alumni yang lain (alumni yang baru lulus) untuk masuk ke dunia kerja atau rofesional.

Mengapa Ikatan Fosil 69 penting ? Ayo kita pikirkan dan renungkan ! Sekolah mana yang punya “nama besar” di situ pasti Ikatan Alumninya kuat. Sekolah mana yang “mentereng”, karena di situ ada kumpulan alumni yang berprestasi dan berkualitas. Sekolah mana yang dulunya “jelek” sekarang “bagus” karena alumninya ikut terlibat dalam “membesarkan” sekolahnya sendiri. Bagaimana dengan sekolah kita dulu di SMPN 69 ?

Setidaknya ada 4 alasan yang mendasari pentingnya FOSIL 69:
1.Fosil 69 dapat berperan dalam memberikan masukan dan program nyata bagi kemajuan sekolah.
2. Fosil 69 memiliki potensi dan kompetensi dalam membangun opini publik demi “nama baik” (citra) sekolah.
3. Fosil 69 sebagai produk sekolahan dapat menjadi relasi penting dalam memperluas jaringan sekolah/siswa dengan insitusi di luar sekolah.
4. Fosil 69 dapat menjadi sumber informasi dunia kerja & usaha bagi lulusan baru, di samping menjadi inspirasi bagi siswa yang ada di sekolahan sekarang.

Cuma gimana caranya menciptakan FOSIL 69 yang berkenan bagi kita semua ? Setidaknya ada 3 orientasi yang harus diciptakan FOSIL 69
  1. FOSIL 69 yang tak usang oleh waktu, yang tidak mengenal fanatisme kelompok, angkatan atau usia sekalipun. Memang sulit, tapi kegagalan banyak karena terlalu banyak dikotomi di antara anggotanya. Inilah PR besar yang perlu kita cari “jalan tengah”.
  2. FOSIL 69 selalu mencerahkan, yang membangun tradisi untuk “bersinergi nyata” bukan sekedar kangen-kangenan dan nostalgia.
  3. FOSIL 69 harus realistis, tidak berlebihan dalam “bermimpi”. Jangan terlalu banyak yang di mau, di samping jangan ada kepentingan orang per orang yang dominan, semuanya didasari pada realitas. Apa adanya bukan ada apanya. Realistis dalam melihat dinamika zaman, realistis dalam berteman, realistis dalam mengatur waktu.
Ketiga dasar itu yang menurut saya dapat membuat FOSIL 69 memiliki “daya guna” yang lebih tinggi. Tulisan ini dibuat hanya untuk menjadi “bahan renungan” bersama para anggota FOSIL 69 dalam “realitas kekinian” manusia dan masyarakat. Saat ini banyak orang cenderung apatis, hedonis, dan terkesima dengan hiruk pikuk kehidupan. Tanpa kamu berbuat yang lebih bagi orang lain ?

Jika kita renungkan, kenapa sih bangsa ini semakin banyak orang pintar tapi makin banyak koruptor-nya? Ya karena ada yang hilang di era belajar saat proses kepintaran mereka. Di saat belajar, orang-orang pintar itu “kehilangan” konsep berpikir ala sekolahan yang harus ada pada dirinya, yaitu

1) ETIKA akan pentingnya mengajarkan manusia untuk berbuat baik dan menjadi teladan dalam kehidupan. Mereka pintar tapi lupa etika saat harus mengimplementasikan ilmu yang dimiliki,

2) LOGIKA akan pentingnya kepandaian akademis dalam berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat. Logika harusnya dapat membawa kita untuk mencapai cita-cita, tapi setelah itu logika juga tidak boleh menjadikan orang pintar bersikap apatis. Orang pintar harus pandai juga bermasyarakat sehingga kepintarannya mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, orang pintar yang menganggap setiap masalah dan dinamika yang terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan sendiri-sendiri, dan

3) ESTETIKA akan pentingnya mengajarkan kreativitas dalam menerapkan disiplin ilmu yang dimiliki. Kemampuan memadukan etika dan logika, masih mau berdiskusi dan menuliskan pemikirannya.


Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »